jump to navigation

Penjualan Bukan Akhir dari Proses Pemasaran Juli 28, 2008

Posted by dewabagus in Ekonomi.
Tags: , , , ,
4 comments

Bagian marketing memegang peranan penting untuk memajukan sebuah perusahaan. Bagian ini dituntut selalu mampu menyalurkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan, baik itu produk barang maupun jasa, sesuai target yang telah ditetapkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Trisilawati pada seminar sehari ‘Relationship Marketing dengan Pendekatan Kualitas Pelayanan, Kepercayaan dan Komitmen pada Organisasi Kita Tingkatkan Loyalitas Pelanggan’, di Kampus STIMI Handayani, Sabtu (26/7).

Seminar dibuka Ketua STIMI Drs. Nyoman Mendra, M.Par. serta dihadiri peserta seminar lainnya. Pembicara lainnya, I.B. Gede Udiyana dan I Gusti Nyoman Kaler Suputra, yang membawakan makalah ‘Kualitas Pelayanan, Kepercayaan dan Komitmen sebagai Perantara Relationship Marketing dalam Membangun Loyalitas Pemegang Polis Asuransi pada Sun Life Denpasar’.

Trisilawati menyatakan bagian marketing perlu banyak punya strategi atau piawai dalam memasarkan produk barang atau jasanya. Selain itu mereka harus pintar dalam memasarkan produk barang/jasa dan harus senantiasa tanpa pernah berhenti menjaga konsumen tetap mereka untuk senantiasa setia menggunakan produk.

Pelanggan yang baik, lanjut Trisilawati, merupakan suatu aset di mana bila ditangani dan dilayani dengan baik akan memberikan pendapatan dan pertumbuhan jangka panjang bagi suatu badan usaha. Untuk membentuk ikatan yang kuat dengan pelanggan, relationship marketing bisa dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu financial benefit, social benefit dan structural ties.

Ditegaskannya, penjualan bukanlah akhir dari proses pemasaran, sebaliknya merupakan awal hubungan dengan pelanggan. Fokusnya terletak pada hubungan, bukan penjualan individu. Dengan terbinanya hubungan baik dengan pelanggan pada akhirnya mampu membentuk loyalitas pelanggan.

Sementara itu, I.B. Gede Udiyana dan Kaler Suputra menyatakan strategi pemasaran terfokus pada loyalitas konsumen saat ini dan di masa mendatang. Hal itu mencangkup dua hal yaitu pergeseran orientasi dari kebutuhan dan keinginan konsumen jangka pendek dan menengah ke orientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen jangka panjang.

Berikutnya, terintegrasinya kebijakan strategi bisnis dengan kebijakan strategi pemasaran. Sedangkan permintaan yang diterima sebuah perusahaan asuransi datang dari dua kelompok, yakni pelanggan baru dan lama. (015/*) (Bali Post 28/07/08)