HUKUM KARMA Juni 17, 2008
Posted by dewabagus in Renungan.Tags: Add new tag, Agama, Bali, Hindu, Karma Pala, Renungan, Social
trackback
Hukum karma yaitu hukum sebab akibat yang diciptakan Tuhan yang berlaku untuk seluruh alam semesta. Hukum ini bekerja otomatis, lebih rapi dan lebih teliti dari computer. Tidak ada suatu perbuatan yang sia-sia, semua akan membuahkan hasil disadari atau tidak disadari.
Hukum kesatuan dan keesaanlah yang menyebabkan semua perbuatan akan berakibat kepada yang membuatnya. Jika tangan memotong kaki, apakah kaki saja yang sakit ? Seluruh tubuh termasuk tangan akan merasakan sakitnya itu.
Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan hukum sebab akibat, hukum aksi reaksi, sebab itulah alam ini tetap bergerak. Seluruh alam ini merupakan kesatuan yang saling tergantung dan tidak terpisahkan. Tiap orang terikat dan tergantung dari yang lain, tidak ada orang yang betul-betul bebas.
Seperti Mesin jika salah satu scrupnya lepas atau longgar, akan memberi pengaruh pada geraknya mesin. Jika manusia menebang hutang semena-mena, bukan hutan saja yang menderita. Demikianlah kerja tubuh manusia, Jika mulut mogok bekerja, menolak semua makanan, maka bukan kaki saja yang lemas tidak bisa berjalan, otakpun tak bisa berpikir dan mulut itupun akan kaku dan mati karena tidak ada sari makanan yang dialirkan darah untuk menjamin hidupnya si mulut. Bayangkan kalau jantung yang melakukan pemogokan, lima menit saja sudah cukup melumpuhkan kegiatan tubuh secara total.
Semua perbuatan bukan saja berakibat pada diri sendiri.
Karena itu dianjurkan berbuat sesuai dengan tugas, tidak iri kepada orang lain, karena kita merupakan satu kesatuan kehidupan, satu nafas dengan tumbuh-tumbuhan, binatang, menghisap udara dari udara yang sama. Jika udara di kotori (polusi) semua dari kita akan terkena.
Kita minum air dari air yang sama yang bersumber pada lautan, mungkin saja air kotoran dari binatang yang sudah tersaring oleh tanah, kita nikmati melalui sumur yang kita gali, itulah suatu bukti kita bersaudara dan harus berbuat baik kepada semuanya.
Kita saling hidup menghidupi, itulah tugas, kerjakanlah itu dengan tidak memikirkan untung rugi.
Jantung akan berdetak tidak henti-hentinya, sel-sel darah dengan setia menghantarkan sari-sari makanan keseluruh tubuh, perut dengan rajin mengolah makanan, semua bekerja sesuai dengan fungsi tanpa pernah menyombongkan jasanya dan tidak menanyakan untuk siapa dia berbuat.


Minta ijin Ngutip pak, Blog-nya sarat kata-kata bermakna….